Mengucap Syukur Atas Berkat Lewat Tradisi Keboan Asal Banyuwangi

Banyuwangi dikenal memiliki banyak keunikan tradisi dan budaya yang masih terjaga. Salah satunya adalah tradisi Keboan atau Kebo-keboan yang masih berjalan sampai sekarang ini. Keboan merupakan perayaan masyarakat Banyuwangi sebagai bentuk ucapan syukur atas berkat yang telah dilimpahkan.  

Biasanya, Tradisi Keboan ini diselenggarakan setiap 10 Muharram atau Suro di Desa Alasmalang dan Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Peserta yang berasal dari warga setempat kemudian didandani menyerupai kebo (kerbau) dengan warna hitam-hitam lengkap dengan tanduknya. Sepintas sih tampak menyeramkan, namun jika pesertanya tersebut sudah tertawa atau tersenyum jadi beda suasananya, lho Sahabat.

Tradisi ini memang sudah dikenal sejak dulu namun kembali diangkat pada tahun 2014 sebagai Festival Keboan pertama di Banyuwangi. Kemudian karena antusias dan daya tarik dari festival tersebut sangat besar, akhirnya pemerintah Banyuwangi memasukkan Festival Keboan sebagai agenda festival tahunan di Banyuwangi.

Nah, bagi Sahabat yang penasaran apa saja keseruan dan keunikan dari Tradisi Keboan ini bisa simak di bawah ini, ya!

Asal Usul Tradisi Keboan

Banyuwangi memang terkenal memiliki ladang, sawah dan hutan yang luas maka dari itu masyarakatnya menggantungkan hidupnya dari hasil bumi tersebut. Terkadang, nggak setiap tahun masyarakatnya bisa panen dengan maksimal, lho Sahabat. Ada saja masalah yang terjadi seperti kekeringan, hujan tak kunjung turun sampai wabah hama pada tanaman.

sumber : phinemo.com

Nah untuk itulah masyarakat sekitar mengadakan upacara adat yang dinamakan Keboan untuk memohon berkat dan menolak bala pada hasil panen mereka. Nama Keboan sendiri memiliki arti kerbau sebagai lambang penyubur ladang atau sawah. Itulah mengapa saat Tradisi Keboan terdapat banyak pemeran yang didandani mirip seperti kerbau lengkap dengan lonceng yang digantungkan di leher.

Rangkaian Festival Keboan Banyuwangi

Pertama, pemuka adat memilih masyarakat yang pantas untuk berperan sebagai Keboan tersebut. Kemudian mereka didandani dengan jelaga hitam ke seluruh tubuhnya mulai dari kepala sampai ujung kaki. Selanjutnya dipakaikan tanduk-tandukan kayu yang terdapat untaian rambut dari rafia. Jika dilihat memang tampilannya mirip seperti monster menakutkan.

Sebelum festival dimulai, ada ritual yang dilakukan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk memanggil roh gaib untuk masuk ke dalam tubuh pemeran Keboan tersebut. Tidak semua pemeran bisa kerasukan roh gaib tersebut, hanya beberapa saja yang bisa kerasukan. Setelah ritual selesai dijalankan, baru kemudian pemeran Keboan tersebut diarak keliling kampung yang nantinya akan berakhir di Rumah Kebudayaan Kebo-keboan.

sumber : idntimes.com

Di sana sudah ada Bupati dan para petinggi yang sudah hadir untuk membuka Festival Keboan tersebut. Serangkaian acara dan berbagai pentas seni tari juga disajikan di sana untuk menambah daya tarik wisatawan. Setelah itu dilanjutkan dengan peragaan membajak sawah oleh pemeran Keboan menggunakan alat pembajak tradisional.

Pada puncak rangkaian acaranya, para Keboan akan bertarung dan saling menjatuhkan di arena sawah berlumpur tadi. Tak ketinggalan juga banyak penonton juga ikut terjun saling menjatuhkan lawan di lumpur. Hampir mirip seperti arena smackdown namun lebih seru dan menyenangkan.

Dalam setiap gelaran tradisi tersebut, banyak wisatawan yang mengaku sangat senang dan ingin kembali mengikuti gelaran selanjutnya. Tak heran jika setiap tahunnya pengunjung yang datang selalu bertambah.

sumber : idntimes.com

Selanjutnya pada akhir acara tersebut ada Dewi Sri yang menaburkan benih padi kepada para petani. Dewi Sri merupakan sosok cantik yang dipercaya sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran bagi Suku Jawa.

Makna Tradisi Keboan

Tak hanya sebagai seru-seruan saja, tradisi ini juga memiliki banyak makna yang terkandung. Tradisi ini melambangkan kesederhanaan masyarakat setempat yang hidup secara harmonis. Dan juga mengingatkan kembali tentang kerbau sebagai lambang kesuburan. Walau hanya sebatas sebagai hewan namun perannya sangat penting sekali bagi kehidupan manusia.

 

Tradisi Keboan memang sangat berharga untuk dikunjungi. Itulah mengapa Sahabat tak boleh melewatkan pegelarannya tahun ini. Yuk siapkan tanggal cuti dan perlengkapan untuk mengikuti setiap rangkaian acara tersebut, ya Sahabat!


Keterangan
Lokasi : banyuwangi, jawa timur
Jelajah JAWA TIMUR

06-08-2017 8:50 AM
Ciputra Water Park

15-08-2017 5:45 AM
Madinah Rent Car Pacitan

18-09-2017 10:59 AM
Menikmati Padang Savana Bekol

15-08-2017 5:41 AM
Kupat Tahu

08-08-2017 8:04 AM
Hotel Tugu Blitar