Seribu Ekspresi Dari Tari Topeng, Warisan Kebudayaan Turun-Temurun Indonesia

Tentu Sahabat pernah mendengar tentang Tarian Topeng bukan?  Sebuah tarian yang penarinya menggunakan topeng. Tarian Topeng ini merupakan salah satu tarian di wilayah Kesultanan Cirebon yang menjadi kesenian asli  daerah Cirebon termasuk Indramayu, Subang, Jatibarang, Losari, Majalengka dan Brebes.

 

Saat pementasan, penari topeng biasa disebut dalang karena mereka memainkan karakter dengan topeng-topeng itu. Tarian Topeng ini sangatlah beragam dan mengalami perkembangan dalam beberapa gerakan ataupun cerita yang ingin disampaikannya. Tari topeng ini bisa dimainkan oleh satu penari tarian solo atau beberapa orang penari.

 

Gelak tawa dari anak-anak penari topeng berhasil diabadikan oleh akun instagram @sapton74 sebagai juara tiga dalam kompetisi Foto dan Video Sahabat Lokal Adira Finance. Foto yang sangat menakjubkan sebagai bentuk tradisi turun temurun yang masih bisa dinikmati hingga kini!

Sumber : Foto Kontestan

 

Nah, apa saja yang menarik lainnya dari Kesenian Tarian Topeng ini?

Tarian Topeng dan Cerita Panji Di Dalamnya

Menurut Thomas Stamford Raffles dalam bukunya yang berjudul The History of Java, dijelaskan bahwa kesenian khas Cirebon ini adalah bentuk penjabaran dari cerita Panji. Cerita Panji merupakan kumpulan cerita yang berasal dari Jawa pada era Kerajaan Kadiri.

 

Pada cerita Panji tersebut biasanya menceritakan tentang kisah kepahlawanan dan cinta dari dua orang tokoh utamanya. Untuk pementasan, dalam satu kelompok tarian terdiri dari satu orang dalang yang menarasikan kisah tarian ini, lalu ada juga enam pemuda yang menjadi penari topeng dan empat orang pemain gamelan.

Pagelaran Tarian Topeng

Dahulu, pagelaran tarian topeng ini biasanya diselenggarakan di tempat yang terbuka seperti halaman rumah, di blandongan (tenda pesta) atau di bale (panggung) berbentuk setengah lingkaran dengan penerangan obor. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, tarian ini dipertontonkan di dalam gedung menggunakan lampu listrik sebagai tata cahayanya.

Tujuan Pagelaran Tarian Topeng

Secara garis besar, tarian topeng ini terbagi dalam tiga tujuan utama, yakni :

 

Pagelaran Komunal, sebuah pagelaran yang diselenggarakan guna kepentingan bersama masyarakat. Acara yang dipertunjukkan pun sangat seru dengan tampilan arak-arakan dalang, atraksi seni dan lainnya.  Acara ini berlangsung lebih dari satu malam, sebagai contoh dalam acara hajatan desa, ngunjungan (ziarah kubur) dan ngarot kasinoman (acara kepemudaan).

 

Pagelaran Individual, sebuah pagelaran yang diselenggarakan guna memeriahkan hajatan perorangan, sebagai contoh yaitu acara pernikahan dan khitanan.

 

Pagelaran Bebarangan, sebuah pagelaran keliling kampung yang merupakan inisiatif dari dalang topeng sendiri. Bebarangan biasa diadakan oleh dalang topeng menuju ke wilayah-wilayah desa yang telah panen.

Sumber : Flickr

Struktur Pagelaran Tarian Topeng

Struktur pertunjukan tarian topeng ini tergantung pada kemampuan kelompok, jenis penyajian topeng, lakon yang akan dibawakan dan fasilitas gong yang tersedia. Umumnya, struktur pagelaran tarian ini dibedakan menjadi dua jenis. Pertama adalah Topeng Alit yang mempunyai struktur minimalis baik dari segi dalang, kru, sajian dan peralatan. Kedua adalah Topeng Gede dengan struktur yang lebih baku dan besar apabila dibandingkan dengan penyajian topeng alit.

Jenis Tarian Topeng

Salah satu jenis tari topeng yang cukup terkenal yaitu tari Topeng Kelana Kencana Wungu, di mana menjadi serangkaian tari topeng gaya Parahyangan yang menjelaskan kisah Ratu Kencana Wungu yang dikejar-kejar oleh Prabu Minakjingga karena tergila-gila padanya. Pada dasarnya setiap topeng mewakili karakternya masing-masing.

 

Dalam kisah ini Kencana Wungu digambarkan dengan topeng berwarna biru dengan karakter yang lincah tetapi anggun. Sementara pada Minakjingga / Kelana digambarkan dengan topeng berwarna merah dengan karakter berangasan, tidak sabaran dan temperamental.

Tarian Topeng, Warisan Budaya Turun-Temurun

Gerakan tangan dan tubuh yang lemah gemulai serta diiringi musik yang didominasi oleh rebab dan kendang adalah ciri khas lain dari tarian topeng. Kesenian Tarian Topeng ini masih tetap eksis hingga sekarang ini dan banyak memiliki sanggar tari, khusus melatih tarian topeng ini. Selain itu tarian ini masih kerap dipentaskan dalam beragam acara resmi daerah ataupun momen tradisional daerah lainnya.

 

Jadi, Sahabat, Tari Topeng ini dimaksudkan untuk mewariskan kemampuan dari generasi yang lebih tua kepada generasi muda dan proses pewarisan pengetahuan ini sangat erat hubungannya berdasarkan praktik adat istiadat masyarakat. Untuk itu, kita perlu menjaga tradisi agar keragaman budaya di Indonesia tetap abadi.

Yuk, terus jelajahi indahnya keanekaragaman dari budaya Indonesia!


Keterangan
Lokasi : cirebon, jawa barat
Jelajah JAWA BARAT

28-08-2017 8:53 AM
Kawah Putih Ciwidey

06-08-2017 8:07 AM
Cirebon Waterland

22-07-2017 12:54 PM
Kesenian Lais Garut

06-08-2017 9:02 AM
GECO (TOGE TAUCO)

28-08-2017 8:51 AM
Grafika Cikole