Yuk Ketahui Sejarah Bemo, Transportasi Roda Tiga Yang Legendaris

Apakah Sahabat pernah mendengar tentang bemo? Bemo adalah transportasi umum beroda tiga yang dulunya sangat populer di Indonesia. Sekarang, angkutan unik ini sudah hampir nggak bisa dijumpai lagi. Jadi, untuk kamu yang belum pernah melihat bemo secara langsung, kini hanya bisa melihatnya lewat berbagai media yang ada, ya.

Nah, apakah Sahabat ingin tahu perjalanan sejarah tentang angkutan umum bemo yang melegenda ini? Yuk, simak ulasan menariknya di sini!

Becak Motor yang Unik dan Pernah Populer di Indonesia

Bemo sendiri merupakan kepanjangan dari becak motor. Angkutan umum beroda tiga ini muncul pertama kali sekitar tahun 1960-an di Indonesia. Dulunya kendaraan bemo sangat populer dan banyak orang yang senang menggunakan angkutan umum ini walaupun harus duduk secara berdesak-desakan.

Bemo mulai beredar di kota Jakarta dan menjadi transportasi lokal khas Jakarta yang populer kala itu. Nggak hanya populer di kota Jakarta, bemo ini juga ada di berbagai kota besar lainnya seperti Bandung, Surabaya, Padang, Bali dan sebagainya.

Tujuan diciptakan angkutan bemo ini salah satunya sebagai alternatif lain dari becak. Jika menggunakan becak, waktu tempuh yang dibutuhkan sangat lama. Berbeda dengan bemo yang sudah menggunakan motor sebagai mesin penggeraknya, tentu lebih hemat waktu dan cepat. Itulah sebabnya popularitas bemo melambung di tengah masyarakat Indonesia.

Kendaraan beroda tiga ini terbilang sangat praktis dan dapat menjangkau jalan-jalan yang sempit. Ditambah lagi mampu melaju jauh lebih cepat ketimbang becak. Bemo awalnya beroperasi seperti taksi, kemudian dibatasi daerah operasinya pada rute tertentu saja. Kemudian pada akhirnya, angkutan umum bemo disingkirkan ke rute-rute khusus yang nggak disentuh oleh bus kota.

Sejarah Asal Mula Bemo Diciptakan

Sebenarnya angkutan umum bemo ini berasal dari Jepang, lho Sahabat! Di Jepang sendiri, angkutan ini hanya digunakan untuk membawa barang-barang dan nggak digunakan untuk mengangkut manusia. Hal yang membedakan lainnya yakni bemo di Jepang nggak mempunyai tempat-tempat duduk seperti halnya bemo di Indonesia.

Ketika mulai dioperasikan di Indonesia, angkutan bemo dialihkan sebagai transportasi pengangkut penumpang manusia dan dipasangkan tempat untuk duduk. Walaupun angkutan bemo ini dapat menampung lebih banyak muatan daripada becak. Namun kapasitas tempat duduknya tidak terlalu banyak, hal inilah yang sering menjadikan penumpang duduk secara berdesak-desakan.

Umumnya, sebuah bemo dapat memuat dua penumpang di kursi depan dan di bagian belakangnya mampu memuat sekitar enam penumpang. Inilah yang menjadi keunikan dari angkutan umum bemo.

Eksistensi Bemo Mulai Pudar

Banyaknya jenis transportasi umum yang semakin canggih dan mampu menampung banyak penumpang adalah faktor-faktor penyebab bemo mulai menurun popularitasnya. Nggak hanya itu saja, angkutan bemo ini juga dianggap menyebarkan polusi udara dan kurang bersahabat dengan lingkungan.

Faktor lain yang membuat angkutan unik ini menghilang adalah suku cadang yang sudah nggak diproduksi lagi. Lebih ironisnya lagi, sejak bulan Juni 2017 lalu angkutan bemo secara resmi dilarang untuk beroperasi di jalan-jalan DKI Jakarta. Jadi, Sahabat nggak akan bisa menjumpai angkutan umum klasik ini lagi, Sahabat.

 

Nah, itulah informasi dari sejarah bemo di Indonesia. Memang sekarang ini sudah nggak beroperasi lagi, namun Sahabat masih bisa melihat bemo ini di Museum Angkut, Malang. Bemo menjadi salah satu tonggak sejarah perkembangan transportasi di Indonesia yang nggak boleh dilupakan, ya, Sahabat!


Keterangan
Lokasi : jakarta pusat, dki jakarta