Menilik Sejarah Saronen, Alat Musik Tradisional Khas Madura

Apa yang ada di pikiran Sahabat ketika mendengar kata Madura? Mungkin yang terpikir di benak Sahabat adalah sate, jembatan Suramadu, karapan sapi atau baju loreng merah putih. Madura memang sudah cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia melalui berbagai khasanah lokalnya.

 

Dari sisi kebudayaan, Madura juga nggak kalah lho jika dibandingkan dengan daerah lain. Salah satu buktinya adalah alat musik tradisional bernama saronen yang melegenda. Apa sih sebenarnya alat musik ini, Sahabat? Yuk, simak baik-baik informasinya di bawah ini!

Bentuk Alat Musik Saronen

Alat musik saronen memiliki bentuk mirip seperti terompet atau seruling namun memiliki perbedaan di bagian peniupnya. Nah, di bagian peniupnya tersebut dibuat mirip seperti kumis-kumisan. Antara satu dengan yang lain memiliki bentuk yang berbeda sebagai kreasi dari pembuatnya. Unik, ya, Sahabat?

 

Saronen terbuat dari kayu jati pilihan yang berbentuk kerucut dengan panjang sekitar 40 cm. Lubang yang ada pada saronen mirip seperti seruling, yaitu 7 lubang di mana ada 6 lubang yang berderet di bagian atas dan 1 lubang yang berada di bagian bawahnya.

 

http://3.bp.blogspot.com/-Q6yAlyJ7HrM/VUBTO0PpYjI/AAAAAAAAJEs/4ApmMH4Uliw/s1600/saronen.JPG

 

Pada bagian mirip kumis-kumisan tersebut terbuat dari tempurung kelapa yang diukir. Ketika mulai dimainkan memang terlihat seperti mengenakan kumis palsu, padahal masih satu bagian dari alat musiknya. Inilah yang menjadi ciri khas dari alat musik saronen ini.

 

Saronen biasanya dimainkan saat acara adat seperti arak-arakan pengantin atau saat pesta adat. Selain itu, saronen juga dimainkan sebagai pengiring saat acara tertentu seperti lomba karapan sapi atau lomba kecantikan sapi betina.

 

Biasanya, saronen juga dimainkan secara berkelompok dengan alat musik lainnya seperti gong besar, kempul, kenong besar, kenong tengahan, kenong kecil, korca, gendang besar dan juga gendang kecil.

https://static1.squarespace.com/static/5577f9b4e4b04200f8ddf99d/t/5abb9d372b6a28c8f4114f2c/1522244949253/IMG_6661.jpg?format=1000w

 

Kalau dihitung jumlahnya ada 9 alat musik. Bukan sebagai kebetulan belaka karena ada alasan di balik jumlah ini, lho, Sahabat. Terdiri dari 9 alat musik karena disesuaikan dengan kalimat pembuka Al-Quran yaitu “Bismillahirrahmanirrahim”, jika dilafalkan terdiri dari 9 suku kata. Unik, kan?

Sejarah Alat Musik Saronen

Berdasarkan sejarahnya, awal mula kesenian Saronen ini dipakai sebagai media dakwah. Hal ini dilakukan agar banyak masyarakat yang tertarik untuk memeluk agama Islam. Dulu kegiatan ini dilakukan oleh cicit dari Sunan Kudus yaitu Kyai Khatib. Beliau bertempat tinggal di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, Sumenep.

 

Konon katanya setiap hari pasaran tertentu, Kyai Khatib dan para pengikutnya menghibur pengunjung pasar menggunakan saronen dengan berpakaian seperti badut. Setelah banyak pengunjung pasar yang berkumpul, mulailah Kyai Khatib berdakwah memberi pemaparan tentang agama Islam dan juga kritik sosial.

https://4.bp.blogspot.com/-IuIKR-d9gMs/WaQG8orrxPI/AAAAAAAAABM/1qRWwBI30MAz67N0W234qPoHaufZYAEfwCLcBGAs/s1600/saronen...jpg

 

Gaya dakwah yang kocak dan humoris ini mampu menggetarkan hati pengunjung sehingga banyak masyarakat yang hadir tertarik untuk masuk Islam. Jadi, alat musik saronen ini memang sudah ada sejak lama dan bisa dikatakan sebagai alat musik yang membantu penyebaran agama islam di Madura.

 

Alat musik Saronen merupakan sebuah alat musik yang sangat historis dan patut untuk dijaga kelestariannya, jadi nggak heran apabila ada pesta atau acara adat seperti arak-arakan di Madura dan sekitarnya, alat musik Saronen ini akan turut hadir memeriahkan acara tersebut.

 

Pernahkah Sahabat menyaksikan orang memainkan saronen secara langsung? Jika belum, yuk kemasi barangmu dan kunjungi Madura segera!

 


Keterangan
Lokasi : surabaya, jawa timur
Jelajah JAWA TIMUR

15-08-2017 5:45 AM
Madinah Rent Car Pacitan

15-08-2017 5:50 AM
Goa Luweng Jaran Pacitan

08-08-2017 12:53 AM
WX Rent Car

18-09-2017 11:00 AM
Pantai Bama