Ini Dia Sejarah Pisang Goreng Madu Bu Nanik yang Melegenda di Ibu kota

Pisang goreng, penganan sederhana yang memiliki banyak penggemar. Bicara tentang pisang goreng, Sahabat, khususnya warga ibu kota, tentu nggak asing dengan pisang goreng madu Bu Nanik yang selalu laris manis diserbu pembeli. Sejak toko buka di pagi hari, antrean pelanggan sudah langsung mengular. Saking larisnya, masing-masing pelanggan bisa mengantre selama belasan hingga puluhan menit, lho.

Jika Sahabat penasaran bagaimana awalnya usaha yang dirintis Bu Nanik sampai melegenda seperti sekarang, simak ulasannya berikut ini!

Awal Merintis Usaha

Sumber : kompas.com

 

Sebelum sukses dengan toko pisangnya, Bu Nanik bertahun-tahun menjalankan usaha katering. Pelanggannya adalah hotel-hotel bintang empat dan lima di Jakarta. Bu Nanik menyediakan katering untuk karyawan hotel-hotel tersebut.

Bermula merasa sayang untuk membuang pisang-pisang yang ditolak pelanggan katering karena dianggap kurang bagus. Bu Nanik lalu menggoreng pisang-pisang tersebut untuk konsumsi pribadi. Mengingat ibundanya adalah penggemar pisang goreng, namun menderita diabetes, Bu Nanik berusaha untuk menemukan cara agar pisang goreng yang dibuatnya aman dikonsumsi sang ibu.  

Dari sanalah resep pisang goreng madu Bu Nanik tercipta. Atas usulan ibunda, pisang dibubuhi madu sebagai pengganti gula. Nah, warna coklat kehitaman yang dihasilkan dari karamelisasi madu saat dimasak inilah yang membuat pisang goreng buatan Bu Nanik kerap dijuluki pisang gosong.

Di awal-awal keberadaannya, Bu Nanik mengaku bahwa untuk dapat menjual 20 potong pisang satu hari saja sulit sekali. Meski begitu, hal ini nggak menyurutkan semangat Bu Nanik, lho, Sahabat. Ia pun berkeliling setiap Jumat ke masjid-masjid dan ke gereja-gereja di hari Minggu, untuk menjual pisang-pisang buatannya.

Kesuksesan pun sedikit demi sedikit mulai diraih saat pisang goreng madu kreasinya dijual di bazar-bazar. Dari mulut ke mulut, pisang goreng madu Bu Nanik kian dikenal luas. Bu Nanik lalu membuka toko kecil di depan rumah. Banyak pedagang lain mengambil pisang darinya untuk dijual kembali di berbagai tempat. Saat ini, dalam sehari Bu Nanik bisa menjual ribuan pisang. Luar biasa kan, Sahabat?

Perluasan Usaha

Setelah sukses dengan pisang goreng madu, Bu Nanik terus menambah variasi jualannya. Di tokonya kini menjual nanas, ubi, nangka, cempedak, sukun, yang semuanya digoreng madu. Nggak hanya yang manis-manis, camilan asin pun lengkap tersedia.

Di tahun 2015, pisang goreng madu Bu Nanik terdaftar sebagai mitra salah satu layanan pesan antar berbasis daring. Nyaris 90% pesanan pisangnya berasal dari pelanggan layanan pesan antar ini.

Komitmen Menjaga Kualitas

Sumber : Kompas.com

 

Agar usahanya langgeng, Bu Nanik terus berusaha mempertahankan kualitas penganan yang dijualnya. Misalnya nggak memaksakan tetap berjualan pisang di musim kemarau ketika pisang  cenderung kurang manis.

Pisang sebagai bahan baku utama, didatangkan dari berbagai kota di Indonesia, yaitu dari Sukabumi, Bogor, Semarang, dan Lampung.

Melanggengkan Usaha dengan Berbagi

Dengan usaha yang semakin berkembang, Bu Nanik tentu nggak lagi bisa melakukan semua sendiri. Ia kini mempekerjakan 80 orang pegawai, yang beberapa di antaranya telah diberangkatkan umrah.

Sebagai kontribusi untuk turut memajukan perekonomian di lingkungan sekitarnya, Bu Nanik bekerjasama dengan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan wirausaha kecil. Hasil produksi mereka turut dijual di tokonya.

Lokasi Toko

Toko Pisang Goreng Madu Bu Nanik beralamat di Jalan Tanjung Duren Raya No.67, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Untuk Sahabat yang nggak sabar ingin mencicipi pisang goreng madu yang melegenda itu, silakan langsung sambangi tempatnya. Siapa tahu beruntung bisa bertemu pemiliknya yang sangat ramah.

 

Nah, Sahabat, jangan lupa share artikelnya pada teman-teman yang suka sekali makan pisang goreng, ya.  

 


Keterangan
Lokasi : jakarta pusat, dki jakarta