Penti, Upacara Ungkapan Syukur Warga Wae Rebo yang Mengagumkan

Apakah Sahabat pernah mendengar tentang upacara Penti? Mungkin nama ini terdengar sedikit asing di telinga Sahabat, ya? Upacara Penti adalah sebuah upacara adat yang hanya ada di Wae Rebo, Sahabat. Jepretan kamera @citra_cakra dalam Kompetisi Foto dan Video Sahabat Lokal Adira Finance akan menjawab rasa penasaranmu tentang upacara adat dan desa penyelenggaranya ini.

 

Wae Rebo adalah sebuah desa adat yang ada di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Desa ini tersembunyi pada ketinggian 1.200 mdpl. Meski lokasinya tersembunyi, namun desa ini tak pernah sepi pengunjung, lho, Sahabat. November menjadi salah satu bulan dengan pengunjung terbanyak di Wae Rebo. Pasalnya Upacara Penti diadakan pada bulan ini, Sahabat.

Mengenal Wae Rebo, Desa di Atas Awan

Desa Wae Rebo terkenal karena pesonanya yang tak bisa ditemukan di tempat lain. Perpaduan antara rumah-rumah adat unik berbentuk kerucut dan kabut menjadi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Rumah adat ini jumlahnya juga tak banyak, yakni hanya 7 buah, Sahabat.

 

Rumah adat ini disebut Mbaru Niang oleh warga setempat. Ketujuh rumah adat ini memiliki lokasi yang berdekatan dan membentuk setengah lingkaran di halaman desa ini. Wisatawan selalu disambut dengan sangat baik di Wae Rebo. Oleh karena itu, tempat ini jadi tak pernah sepi pengunjung, Sahabat.

Upacara Penti di Wae Rebo

Nah, setiap bulan November, Wae Rebo selalu menggelar sebuah upacara adat yang tak boleh Sahabat lewatkan. Upacara adat bernama Penti ini biasa diadakan pada pertengahan bulan November sebagai tanda awal bercocok tanam bagi masyarakat setempat.

 

Masyarakat yang ada di Manggarai dan desa lain pun akan datang untuk menghadiri upacara adat ini, Sahabat. Jika menghadiri upacara ini, jangan heran jika kamu akan bertemu dengan banyak wisatawan mancanegara dan juga media yang hadir untuk meliput upacara ini. Seru, kan?

Prosesi Upacara Penti yang Harus Sahabat Tahu

Sumber : detik.com

 

Pada pagi hari di mana upacara ini digelar, tamu-tamu yang hadir untuk menyaksikan acara ini akan berkumpul di Rumah Gendang. Upacara adat ini akan resmi dimulai saat alunan musik tradisional mulai terdengar mengalun di udara. Alunan ini bukan musik sembarangan, lho. Musik ini bertujuan untuk mengundang roh leluhur penjaga pintu air.

 

Masyarakat akan memberikan hewan kurban untuk para leluhur berupa ayam, babi atau sapi, tergantung dari kebutuhan dan dana yang terkumpul untuk upacara ini. Persembahan ini dilakukan di tiga lokasi yang berbeda diawali dengan memotong ayam jantan.

 

Darah ayam yang disembelih ini akan diteteskan pada batu yang tersusun, wujud permohonan kepada leluhur agar mata air selalu dijaga dan menjadi berkah dalam kegiatan bercocok tanam warga.

Sumber : Flickr.com

 

Upacara kemudian dilanjutkan dengan tarian Caci. Tari Caci adalah tarian tradisional masyarakat Manggarai sebagai tari perang. Para penari akan membawa cambuk dan tameng, lho, Sahabat. Mereka akan menari dan saling mencambuk. Meski terlihat sedikit mengerikan, namun wajah para penari tak menggambarkan kengerian itu. Bahkan, wajah mereka terlihat sangat riang meski tubuh mereka berdarah.

 

Puncak Upacara Penti sendiri berlangsung pada malam hari di mana masyarakat Wae Rebo akan berkumpul di rumah utama dan melakukan Tundak Penti. Tundak Penti adalah upacara penyembelihan babi jantan dan betina, Sahabat. Keseluruan rangkaian Upacara Penti sendiri akan diakhiri dengan Sanda, yakni nyanyian tanpa henti dan tidak diiringi oleh musik.

 

Nah, bagaimana pendapat Sahabat dengan upacara adat ini? Tertarik untuk menyaksikannya secara langsung, Sahabat?


Keterangan
Lokasi : flores timur, nusa tenggara timur