Noken, Oleh Oleh Wajib Jika Berkunjung ke Papua

Siapa yang tidak kenal dengan yang namanya oleh-oleh? Ketika bepergian, tentu orang-orang tidak pulang dengan tangan kosong, terlebih lagi apabila berkunjung ke tempat yang penuh dengan keunikan seperti Papua. Papua adalah satu dari sekian banyak provinsi di Indonesia. Namun yang membuatnya sangat unik adalah budayanya yang kental dan jauhnya provinsi ini dari jamahan modernisasi. Semuanya terasa begitu alami. Begitu pula dengan oleh-olehnya, yaitu tas Noken khas Papua.

Tas tradisional ini bahkan telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Tidak heran apabila Noken khas Papua menjadi salah satu kerajinan yang paling banyak diminati oleh turis asing maupun turis lokal ketika berkunjung ke Papua.  

Baca juga : Ini Dia Bakpia Legendaris dari Yogyakarta, Bakpia Pathok 25

Noken terbuat dari bahan alami dan orang-orang lokal Papua meletakkan tas tradisional ini di kepala, bukan diselempangkan di dada ataupun diambin di pundak. Tas tradisional atau Noken ini umumnya digunakan orang-orang lokal Papua untuk membawa hasil tani seperti umbi-umbian, sayuran, dan lain-lainnya ke pasar. Noken juga mereka gunakan untuk menggendong anak, atau membawa buku untuk pergi ke sekolah. Noken adalah tas multifungsi dengan ukuran yang variatif. Noken sudah digunakan oleh 250 suku di Papua.

Menariknya, Noken ternyata memiliki banyak ciri khas atau jenis dan kegunaan. Saat berada di daerah yang berbeda, maka Anda bisa mendapatkan jenis Noken yang berbeda pula. Sebagai contoh, apabila Anda berkunjung ke daerah Asmat, tas tradisional atau Noken yang akan Anda temui akan memiliki ciri khas bulu burung kasuari, bulu burung elang, atau bulu ayam. Sedangkan Noken dari daerah Mepago, misalnya, rata-rata terbuat dari kulit anggrek yang bisa mencapai harga jutaan rupiah. Nah, untuk Noken dari Lapago, daerah Jayawijaya, terbuat dari akar atau kulit pohon dan daun pandan hutan. Tidak hanya itu, bahkan banyak Noken yang beredar terbuat dari benang yang dirajut dan menyerupai hasil dari rajutan benang wol.

Tidak perlu khawatir, oleh-oleh khas Papua berupa Noken ini tidak harus Anda gunakan di atas kepala layaknya orang-orang lokal Papua. Tas tradisional yang harganya beragam ini tentunya menyesuaikan kebutuhan dan keinginan para pengunjung. Maka dari itu sudah banyak sekali Noken khas Papua yang dapat Anda selempangkan di dada, ukurannya pun beragam.

sumber: suarawamena

Lalu, apa sih sebenarnya makna tersembunyi di balik pembuatan Noken khas Papua ini? Sejatinya, dengan budaya yang kental, Noken merupakan simbol kehidupan yang baik, perdamaian, dan kesuburan bagi masyarakat Papua.

Baca juga : Kisah Baju Joger Bali yang Melegenda

Awalnya Noken menjadi simbol kedewasaan seorang wanita. Ketidakmampuan seorang wanita untuk membuat Noken menandakan bahwa dirinya belum dewasa dan belum pantas menikah. Namun itu tidak berlaku sekarang, karena telah banyak wanita Papua yang kini tidak dapat membuat Noken.

 

Sekarang, bagaimana Sahabat? Tentunya jika Sahabat sedang berkunjung ke Papua, jangan sampai tidak membeli oleh-oleh khas ini ya. Selamat berbelanja!