Ngerebeg, Tradisi Mewarnai Diri yang Hanya Ada di Desa Tegallalang

Bali sepertinya tak pernah kekurangan tradisi unik yang bisa dinikmati dan dieksplorasi oleh para wisatawan. Mulai dari budayanya yang masih kental hingga berbagai festival kebudayaan yang seperti tak ada habisnya, Bali selalu memberikan alasan untuk tetap dikunjungi lagi dan lagi!

 

Salah satu tradisi unik ini datang dari Desa Tegallalang yang berhasil diabadikan oleh @putuwijanatha untuk Kompetisi Foto dan Video Sahabat Lokal Adira Finance. Tradisi bernama Ngerebeg ini sangat unik karena kamu akan melihat ratusan bahkan ribuan warga turun ke jalanan desa dengan berbagai riasan yang unik dan warna-warni.

Apa itu Ngerebeg?

Ngerebeg adalah tradisi atau ritual tolak bala yang hanya dilakukan di Desa Tegallalang. Ngerebeg merupakan simbol hadirnya Bhutakala dalam diri manusia, hal ini lah yang harus dinetralisir atau ditolak oleh setiap manusia. Gunanya adalah untuk menghilangkan sifat buruk, ya.

 

Pada ritual ini, warga baik anak-anak maupun dewasa akan menghias diri dengan berbagai warna dan riasan yang menyeramkan. Riasan menyeramkan ini sebagai simbol sifat buruk yang ada dalam diri dan harus dihilangkan, Sahabat.

 

Menurut kepercayaan, dalam diri manusia ada enam jenis musuh yang harus dinetralisir. Oleh karena itu, topeng atau riasan yang dikenakan oleh peserta pun harus mewakili sifat-sifat buruk ini. Tujuan utamanya adalah untuk mengendalikan nafsu dalam diri manusia, agar tidak menghancurkan diri manusia itu sendiri dan tidak menyusahkan orang lain.

 

Prosesi Tradisi Ngerebeg

Sumnber : Flickr.com

 

Ngerebeg diawali dengan menghias diri masing-masing lalu setelah itu para peserta akan berkumpul di Pura Duur Bingin. Di Pura ini, peserta akan mempersiapkan pelaksanaan ritual Ngerebeg. Setelah itu akan dilakukan persembahyangan untuk mengawali jalannya ritual.

 

Kemudian para peserta Ngerebeg akan membawa berbagai hiasan dari pelepah busung dan pelepah daun jaka. Selain itu, ada juga lelontek, kober dan penjor yang akan diarak berkeliling. Peserta akan berjalan sejauh 10 kilometer mengelilingi Desa Tegallalang.

 

Kegiatan yang awalnya ditujukan untuk menetralisir pengaruh negatif ini pun berubah menjadi salah satu agenda yang dinantikan para wisatawan. Tiap kali ritual ini digelar, Desa Tegallalang selalu menjadi pusat perhatian para wisatawan, lho, Sahabat.

 

Tradisi Ngerebeg ini dilakukan sehari menjelang Karya Piodalan setiap 210 hari sekali di Pura Duur Bingin. Menarik, kan, Sahabat?

Anak-Anak yang Ingin Ngayah Ngerebeg Tak Boleh Dilarang

Sumber : Flickr.com

 

Dalam tradisi Ngerebeg, anak-anak yang ingin ngayah tidak boleh dilarang, lho. Ngayah adalah kewajiban sosial yang dilakukan oleh masyarakat Bali sebagai wujud penerapan ajaran karma marga dengan tulus ikhlas di tempat suci.

 

Menurut seorang tokoh masyarakat, pernah ada seorang anak yang ingin ngayah namun dilarang karena dianggap terlalu kecil. Namun, beberapa hari setelah Karya Piodalan, Sang Anak malah mengalami kecelakaan dengan masuk ke dalam jerami yang tengah dibakar sehingga kulitnya mengalami luka bakar. Sejak saat itu tak ada lagi yang berani melarang anak-anak untuk ngayah Ngerebeg.

 

Wah, semakin terasa kesakralannya, ya, Sahabat?

 

Apakah kamu pernah menyaksikan ritual Ngerebeg ini secara langsung, Sahabat? Jika belum, ayo persiapkan dirimu untuk menyaksikan gelaran Ngerebeg berikutnya!


Keterangan
Lokasi : denpasar, bali
Jelajah BALI

04-06-2017 9:38 PM
Pandawa Beach

03-12-2017 10:03 PM
Patrick Topping