Panduan Lengkap Menjelajah Kota Singkawang Seharian

Hai, Sahabat. Pernahkah kamu mendengar tentang kota paling toleran se-Indonesia? Ya, pada 2018 lalu, Kota Singkawang dinobatkan sebagai kota paling toleran se-Indonesia versi SETARA Institute. Penobatan ini karena Singkawang dinilai berhasil mempraktikkan toleransi paling baik dibanding kota-kota lainnya.

Selain bergelar kota paling toleran, Singkawang juga memiliki keistimewaan lain yang menarik dan pantang untuk dilewatkan, lho, Sahabat. Ingin tahu lebih banyak tentang kota yang menjadi bagian dari Provinsi Kalimantan Barat ini? Yuk, menjelajahi kota ini dengan menyimak ulasan berikut hingga tuntas!

Mengenal Kota Singkawang Lebih Dekat

Sumber : indopixel.id

 

Tahukah kamu, apa lagi julukan yang tersemat bagi Kota Singkawang? Kota Amoy. Hal ini dikarenakan sebagian besar penduduknya adalah warga keturunan Tionghoa. Selain masyarakat Tionghoa, kota ini sebenarnya juga dihuni oleh masyarakat Dayak dan Melayu. Ketiga masyarakat ini sering dijuluki sebagai Cinday.

Banyaknya masyarakat Tionghoa yang mendiami Singkawang, membuat kota ini memiliki banyak klenteng. Saat memasuki kota yang memiliki jarak tempuh 2,5 jam perjalanan darat dari Pontianak, Sahabat akan disambut oleh klenteng-klenteng dengan berbagai ukuran di sepanjang jalan. Banyaknya klenteng ini menjadikan Singkawang dijuluki sebagai Kota Seribu Klenteng.

Kota Singkawang merupakan salah satu daerah dengan keturunan etnis Tionghoa terbesar di Indonesia. Di kota ini terdapat klenteng atau Vihara yang berusia hampir 200 tahun, lho, Sahabat. Vihara Tri Dharma Bumi Raya atau lebih dikenal dengan Pekong Tua ini letaknya berseberangan dengan Masjid Raya terbesar di Singkawang.

Menjelajah Singkawang, Kota Seribu Klenteng

Sumber : Sportourism.id

 

Pusat Kota Singkawang terletak di kawasan kota tua. Saat Sahabat menginjakkan kaki di kawasan ini, kamu dapat mengunjungi berbagai tempat bersejarah dan berwisata di museum kota. Di kawasan inilah Klenteng Pekong Tua berada. Di sekitar klenteng yang didirikan pada tahun 1878 ini terdapat rumah Tionghoa yang juga berusia lebih dari seratus tahun.

Keaslian bangunan milik keluarga Tjhia (Xie) ini masih dipertahankan hingga sekarang, meski telah beberapa kali mengalami renovasi. Rumah-rumah milik orang Tionghoa Singkawang juga terdapat di segala penjuru kota. Kentalnya kebudayaan masyarakat Tionghoa bahkan masih bisa Sahabat temukan meski telah menjauh dari pusat kota.

Selain bangunan klenteng, pagoda, dan rumah etnis Tionghoa, dominasi masyarakat Tionghoa juga tampak dari pemakamannya yang juga tersebar di penjuru kota. Salah satu kompleks pemakaman tertua yang ramai dikunjungi setiap hari raya Cengbeng (hari membersihkan dan sembahyang di makam keluarga) adalah Pemakaman Taman Manggis Indah.

Patung Naga di Tengah Kota Singkawang

 

Nah, satu lagi simbol etnis Tionghoa yang akan Sahabat jumpai di Kota Amoy. Sahabat akan menemukan banyak patung naga. Salah satu yang paling terkenal adalah patung naga yang terletak di persimpangan Jalan Kepol Mahmud dan Jalan Niaga. Yang membuat patung naga ini unik adalah posisinya yang menghadap ke atas, bukan ke samping seperti patung naga kebanyakan.

Patung naga yang dibuat menghadap ke atas ini ternyata ada alasannya, lho, Sahabat. Masyarakat Tionghoa, terlebih yang memiliki toko yang terletak di sekitar patung naga, percaya bahwa mereka bisa sial jika letak toko mereka berhadapan dengan patung naga.

Menutup Perjalanan di Kota Singkawang

Sumber : tripadvisor.com

 

Setelah mengunjungi kawasan kota tua di atas, jangan lupa mampir ke Daerah Sedau. Di kawasan ini kamu akan menemukan sentra keramik tradisional yang terkenal dengan pembakaran keramik “Tungku Naga”.

Dari Sedau, kamu dapat berkunjung ke kawasan Klenteng Kali Asin. Kawasan ini dulunya dihuni oleh masyarakat Tionghoa yang berprofesi sebagai pembuat garam. Usai berkeliling di kawasan ini, perjalanan bisa kamu lanjutkan ke Pantai Pasir Panjang.

Setelah puas jalan-jalan keliling Kota Singkawang dan menikmati matahari terbenam di pantai, tutup perjalanan hari ini dengan mampir ke Warung Kopi Nikmat. Warung ini terletak di kawasan pecinan kota tua, tepatnya di Jalan Sejahtera. Sahabat juga dapat memanjakan perut dengan aneka kuliner yang ada di sekitar Pasar Hongkong.


Nah, itu tadi sekilas panduan untuk kamu yang ingin menjelajahi replika Tiongkok di Bumi Kalimantan. Yakin, kamu nggak mau ke sana?


Keterangan
Lokasi : singkawang, kalimantan barat
Jelajah KALIMANTAN BARAT

01-12-2017 12:39 AM
i_amallll

08-08-2017 6:36 AM
Kapuas Palace Hotel

08-08-2017 7:04 AM
Esqiu Car Rental