Melepas Doa dan Harapan dalam Perayaan Waisak Borobudur

Mendengar kata Waisak apa yang ada di benak Sahabat? Mungkin ada yang berpikir mengenai hari raya umat Buddha, ada yang berpikir tentang hari libur nasional dan lain sebagainya. Namun, tahukah Sahabat jika Waisak bukan sekadar hari raya biasa, terutama jika Sahabat mengikuti prosesi perayaan Waisak di Borobudur. Nah, untuk kamu yang belum familiar dengan perayaan ini, baca informasi lengkapnya di bawah ini, ya!

Kisah di Balik Trisuci Waisak

Waisak adalah sebuah perayaan di mana umat Buddha memperingati kembali kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Buddha. Perayaan ini dirayakan setiap tahun pada saat bulan purnama di bulan Mei. Oh iya, perayaan Waisak di Borobudur sendiri pertama kali dilaksanakan pada tahun 1983 silam, lho, Sahabat!

Rangkaian Perayaan Waisak di Borobudur

Perayaan Waisak di Borobudur diselenggarakan oleh Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) dibantu oleh pemerintah dan masyarakat sekitar. Tak hanya umat Buddha saja lho yang meramaikan perayaan ini, bahkan banyak umat dari agama lain dan pengunjung dari luar kota pun turut meramaikan perayaan ini, Sahabat.

 

Rentetan perayaan ini dilakukan selama tiga hari. Kegiatan diawali dengan pengambilan api alam di Mrapen, Grobogan untuk kemudian disakralkan di Candi Mendut, Magelang.

 

Lalu, ada pula kegiatan pindapata yang dilakukan oleh beberapa Bhikku di Kota Magelang. Pindapata adalah kegiatan di mana para Bhikku berjalan kaki dengan kepala tertunduk sambil membawa patta (mangkok makanan) untuk menerima dana makanan dari umat. Pada saat melakukan pindapata, para Bhikku ini tak boleh mengucapkan kata-kata meminta, lho, Sahabat.

 

Di sisi lain, ada pula bhikku yang mengambil air berkah di Umbul Jumprit, Temanggung, untuk nantinya disucikan juga di Candi Mendut.

Puncak Perayaan Waisak dan Melepaskan Doa Lewat Lampion

Sumber : Flickr.com

 

Di hari puncak perayaan Waisak, prosesi diawali di Candi Mendut lalu menuju ke Candi Borobudur. Rentetan kegiatan mulai dari renungan Waisak, dilanjutkan oleh meditasi bersama para Bhikku dan juga pelepasan lampion akan dilaksanakan pada hari ini.

 

Sahabat juga bisa mengikuti ritual pradaksina, yakni ritual di mana umat mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali. Setelah itu umat akan dibawa ke tempat pelepasan lampion yang selalu menarik animo masyarakat luas.

 

Diabadikan oleh peserta Kompetisi Foto dan Video Sahabat Lokal Adira Finance, @kurniawandoniw, pelepasan lampion tampak amat megah. Ribuan doa yang dipanjatkan akan terbang bersama lampion yang diterbangkan ke langit ini. Di sini Sahabat bisa merasakan atmosfer yang sangat khidmat dan romantis secara bersamaan.

 

Untuk menerbangkan lampion ini Sahabat harus membeli tiket yang telah disediakan oleh panitia terlebih dahulu, ya. Pada saat membeli tiket Sahabat akan mendapatkan tiket masuk, buku panduan dan yang pasti lampion.

 

Karena selalu dipadati pengunjung, pastikan Sahabat datang lebih awal agar mendapatkan kesempatan untuk menerbangkan lampionmu, ya, Sahabat. Pastikan juga Sahabat mengabadikan momen-momen ini dengan kameramu!

Detik-Detik Waisak yang Mengagumkan

Setelah semua lampion berhasil diterbangkan, masih ada ritual yang tak boleh Sahabat lewatkan. Ritual berikutnya adalah puncak dari perayaan Waisak itu sendiri. Sahabat akan disuguhi dengan pertunjukan seni yang tentunya akan terasa sangat mengagumkan karena ditampilkan dengan latar belakang Candi Borobudur yang megah dan bulan purnama yang menyorot tajam. Setelah itu ada doa bersama menantikan detik-detik Waisak, Sahabat.

 

Perayaan Waisak ini akan berakhir hingga dini hari, jadi Sahabat wajib mempersiapkan diri dengan baik, ya!

 

Nah, itu tadi perayaan Waisak yang bisa Sahabat ikuti setiap tahun di Candi Borobudur. Menarik, kan? Jangan sampai terlewat lagi, ya!


Keterangan
Lokasi : yogyakarta, di yogyakarta