Ikan Bawis Pak Ucil, Inovasi Olahan Laut Yang Menjadi Buah Tangan Kota Bontang

Jalan-jalan ke Bontang memang nggak lengkap rasanya kalau nggak mampir untuk memborong keripik ikan bawis. Camilan dengan rasa yang gurih dan renyah ini memang nggak ada duanya di kota lain. Bahan bakunya berasal dari ikan bawis yang hanya ada di Bontang, Sahabat.

Sebelumnya, ikan bawis ini dikenal sebagai ikan yang nggak ada nilai jualnya. Hal tersebut dikarenakan ikan bawis memiliki banyak duri dan berbau lebih amis dibandingkan dengan ikan lainnya.

Maka dari itu, biasanya nelayan menangkapnya untuk digunakan sebagai umpan ikan besar atau untuk pakan ikan. Padahal hasil tangkapan ikan bawis ini sangat melimpah di Bontang. Dari potensi ini lah, Nienik melihat peluang yang besar jika dijadikan sebagai bisnis olahan penganan.

Sejarah Keripik Ikan Bawis Pak Ucil

Nienik dikenal sebagai penemu oleh-oleh keripik ikan bawis khas Bontang. Berdiri sejak tahun 2012, usaha keripik ikan bawis ini nggak bisa dikatakan mulus. Banyak tantangan dan hambatan dalam perjalanannya sebelum Nienik berhasil menciptakan camilan yang lezat ini.

sumber : tokopedia.com

Bermula dari beternak lele yang gagal karena kurang diminati masyarakat Bontang, nggak mengenal putus asa, Nienik kembali berusaha bangkit dengan merintis keripik ikan bawis. Di Kota Bontang, ikan ini sebenarnya kurang diminati dan harganya pun relatif sangat murah di pasaran.

Dengan segala upaya dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya Nienik berhasil menciptakan penganan yang sangat lezat ini. Bahkan hasil ciptaannya tersebut menjadi oleh-oleh khas Bontang yang sangat terkenal.

Tantangan Hilangkan Bau Amis

Sebelum terciptanya merk oleh-oleh keripik ikan bawis “Pak Ucil” ini, Nienik menemukan banyak tantangan. Salah satunya adalah bau yang sangat amis, berulang kali mencoba mengolahnya namun masih gagal menghilangkan bau amis ini.

Awal mulanya Nienik membeli dua kilo ikan bawis dengan harga Rp5.000. Kemudian mencampurkannya dengan berbagai rempah dan bumbu hingga berhasil mengatasi bau yang amis yang cukup mengganggu tersebut.

Percobaan yang dilakukan oleh Nienik memakan waktu selama kurang lebih dua tahun hingga formulasinya benar-benar sempurna. Maka dari itu, nggak heran jika kini keripik ikan bawis ini berhasil jadi salah satu oleh-oleh khas Bontang.

Berkat keberhasilannya itu Nienik berhasil mengantongi sejumlah penghargaan. Mulai dari penghargaan tingkat daerah hingga tingkat provinsi Kalimantan Timur berhasil disabetnya. Sejumlah mahasiswa juga menjadikan tempat produksi keripik ikan bawis milik Nienik ini sebagai tempat praktek kerja lapangan, lho.

Produk Olahan Hasil Laut yang Unik

Nggak hanya berhenti di keripik ikan bawis, Nienik juga mengembangkan produk UMKM lain, seperti es krim kepiting, es krim rumput laut, amplang rumput laut, roti gembong rumput laut, stik rumput laut dan black forest ikan. Memang unik dan tidak pernah ada produk serupa di daerah lain di Indonesia. Alhasil, berbagai produk tersebut bisa mengantarkan Nienik mencapai omzet Rp25 juta setiap bulannya.

Sumber : saputrasnack.id

Dilihat dari sejarahnya memang sangat mengesankan, ya Sahabat? Hasil jerih payah dari Nienik berhasil menginspirasi banyak orang untuk tidak patah semangat.

Jika Sahabat sedang berlibur di Bontang sempatkan untuk membeli keripik ikan bawis ini, ya. Rasanya yang gurih dan lezat sangat cocok sebagai buah tangan untuk dibawa pulang.

 

Selain keripik ikan bawis tersebut, masih banyak oleh-oleh khas Bontang lain seperti lempok durian, keminting, amplang dan lain sebagainya. Yuk, kunjungi Bontang dan jelajahi keindahan alamnya Sahabat!


Keterangan
Lokasi : bontang, kalimantan timur
Jelajah KALIMANTAN TIMUR