Hotel De Boer, Hotel Bernuansa Belanda yang Menjadi Saksi Bisu Sejarah Kota Medan

Jika mendengar tentang Kota Medan, apa yang terbayang di benak Sahabat? Durian kupas, Merdeka Walk, atau Istana Maimun? Nah, satu lagi landmark bersejarah di Medan yang patut Sahabat ketahui, yaitu Hotel De Boer.

Hotel De Boer adalah bukti bahwa saksi bisu sejarah juga bisa berupa bangunan komersil seperti hotel. Lagipula, siapa yang bilang kalau landmark bersejarah hanya berupa patung, monumen, atau museum? Bagi kamu yang senang mengunjungi situs bersejarah, menginap di hotel ini akan memberikan pengalaman yang sangat unik dan berbeda.

Untuk mengetahui alasan mengapa Hotel De Boer mendapatkan status sebagai tempat bersejarah di Kota Medan, kamu bisa menyimak beberapa fakta di bawah ini:

  1. Telah Berdiri Selama Lebih dari Satu Abad

sumber : www.pariwisata.pemkomedan.go.id

Hotel De Boer dibangun pada tahun 1898 oleh Aeint Herman De Boer, seorang pengusaha kaya asal Negeri Tulip yang sebelumnya sempat menetap di Surabaya. Pada mulanya, hotel ini hanya memiliki 7 buah kamar yang dilengkapi dengan restoran dan bar. Namun, seiring waktu berbagai renovasi dan perluasan area telah dilakukan untuk memperbesar kapasitas hotel.

Hebatnya, hingga kini bangunan asli Hotel De Boer masih dapat ditemukan. Meskipun sudah direnovasi berkali-kali, beberapa bagian masih sama persis seperti bangunannya di masa lampau. Padahal, memasuki tahun 2019, hotel ini telah berdiri tidak kurang dari 121 tahun, lho!

  1. Hotel Mewah Pertama di Pulau Sumatera

sumber : mapio.net

Pada masa kejayaannya, Hotel De Boer adalah akomodasi menginap terbaik di Medan, bahkan di seluruh Pulau Sumatera. Sejak direnovasi dan diperluas pada tahun 1909, bangunan tersebut telah memiliki 40 kamar tamu yang sangat mewah.

Uniknya, daya tarik terbesar saat itu adalah bangunannya diklaim bebas nyamuk dan serangga. Sebagai informasi,  gigitan nyamuk dan serangga merupakan hal yang sangat dibenci oleh orang Eropa yang berkulit pucat dan terbiasa hidup di kawasan beriklim dingin. Karena itu, wajar saja jika kamar di hotel ini selalu penuh oleh para warga keturunan Eropa yang menetap di Medan dan sekitarnya.

  1. Menjadi Tempat Menginap Tokoh-Tokoh Besar

sumber : mapio.net

 

Hotel De Boer pernah menjadi tempat persinggahan beberapa tokoh besar dunia, di antaranya adalah Raja Belgia, Pangeran Schaumburg-Lippe dari Belanda, dan Margaretha Geertruida Zelle, sang mata-mata legendaris asal Belanda yang lebih populer dengan nama Mata Hari.

Kemewahan dan lokasi hotel yang strategis membuatnya menjadi pilihan nomor satu bagi para tamu dan tokoh penting yang berkunjung ke tanah Melayu Deli.

  1. Telah Berganti Nama

sumber : situsbudaya.id

 

Kini, Hotel De Boer telah berganti nama menjadi Hotel Inna Dharma Deli. Adapun jumlah kamar telah bertambah menjadi 180 kamar. Tak hanya itu, kawasan hotel ini pun kini telah diakui sebagai bangunan bersejarah oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dari beberapa fakta di atas, kamu sekarang sudah paham kan, mengapa Hotel De Boer menyandang status sebagai situs bersejarah di Medan?

 

Nah, bagi kamu yang hendak mampir ke Kota Medan, cobalah untuk menginap di tempat tersebut untuk merasakan sensasi bermalam di hotel bersejarah yang pernah disinggahi oleh para tokoh terkenal. Hotel ini dapat kamu temukan di Jalan Balai kota No 2 Kota Medan. Tarif menginap per malamnya dipatok mulai dari Rp600.000-an saja, lho. Apakah Sahabat tertarik untuk datang ke hotel ini?


Keterangan
Lokasi : medan, sumatera utara
Jelajah SUMATERA UTARA

23-07-2017 1:01 PM
Tortor

23-07-2017 12:56 PM
Danau Toba

23-07-2017 12:55 PM
The Le Hu Garden

23-07-2017 12:48 PM
Istana Maimun