Fakta Seputar Fort Rotterdam, Benteng Megah yang Berdiri Kokoh di Kota Makassar

Sahabat, para penjajah pernah menguasai nusantara karena tergoda akan letaknya yang strategis dan hasil buminya yang melimpah. Nggak main-main, mereka menjajah bangsa Indonesia selama berabad-abad! Nggak heran jika sampai saat ini masih banyak bangunan peninggalan masa kolonial yang berdiri sebagai cagar budaya bernuansa sejarah.

Salah satu bangunan bernuansa sejarah yang amat ikonik adalah Fort Rotterdam yang ada di Makassar. Benteng termegah di Sulawesi Selatan ini adalah pusat pertahanan yang sangat kokoh dengan nilai historis yang tak ternilai harganya.

Penasaran, ada fakta apa saja di balik keberadaan benteng yang kokoh tersebut? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

  1. Tidak Dibangun oleh Belanda

Sumber : Flickr

 

Cukup mengejutkan, nih, Ternyata, meski memiliki nama khas Belanda yang sangat kental, Fort Rotterdam bukanlah benteng yang dibangun oleh penjajah. Benteng ini sejatinya telah berdiri jauh sebelum bangsa Belanda datang ke Indonesia.

Sebelum jatuh ke tangan Belanda, bangunan ini adalah Benteng Jumpandang yang merupakan salah satu dari 17 benteng yang dibangun oleh Kerajaan Gowa. Sayangnya, pada tahun 1667 benteng ini jatuh ke tangan penjajah. Gubernur Belanda saat itu lalu mengubah nama “Benteng Jumpandang” menjadi “Fort Rotterdam”.

Kejatuhan benteng ini merupakan sebuah pukulan telak bagi Kerajaan Gowa. Oleh sebab itulah, Sultan Hasanuddin berusaha mati-matian untuk merebut kembali Benteng Jumpandang.

  1. Benteng Terbesar Sepanjang Sejarah Kerajaan Gowa

Sumber : Wikimedia.com

 

Sejak berdiri pada awal abad ke-13, Kerajaan Gowa (juga sering disebut sebagai Kesultanan Gowa) telah dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar dan termakmur di nusantara.

Selain memiliki kekayaan hasil bumi dan laut yang melimpah, masyarakat Gowa saat itu juga terkenal gigih dalam menentang kehadiran Belanda di tanah Sulawesi. Oleh sebab itu, perjuangan rakyat Gowa melawan penjajah menjadi sebuah simbol perjuangan di  Tanah Angin Mamiri.

Untuk melawan serangan dari luar, Kerajaan Gowa membangun tak kurang dari 17 benteng pertahanan yang kokoh. Dari benteng-benteng tersebut, Benteng Jumpandang alias Fort Rotterdam-lah yang paling megah. Bangunan tersebut berdiri di atas 2,5 hektare lahan dan memiliki total 16 bangunan .

  1. Menjadi Saksi Perjuangan Pangeran Diponegoro

 

Sahabat pasti tahu, dong, siapa Pangeran Diponegoro. Nama beliau sering disebut di buku teks sejarah. Ya, beliau adalah tokoh nasional yang terkenal lantang menyuarakan perlawanan terhadap penjajah. Kebencian kompeni padanya memuncak setelah Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830.

Belanda akhirnya menggunakan cara licik untuk menangkap Pangeran Diponegoro, yaitu menjebaknya dalam sebuah perundingan damai palsu. Akibatnya, Pangeran Diponegoro tertangkap dan dibuang ke Manado sebelum dipindahkan ke Fort Rotterdam.

Hingga kini ruangan bekas penjara Pangeran Diponegoro masih terawat dengan baik dan menjadi magnet bagi para pengunjung yang penasaran. Akan tetapi, pengunjung hanya boleh mengintip melalui jendela dan nggak diperkenankan untuk masuk ke dalam.

 

Nah, itulah beberapa fakta menarik seputar Fort Rotterdam yang ada di Kota Makassar. Jika kamu hendak berkunjung ke kota tersebut dalam waktu dekat, sempatkanlah untuk mampir ke destinasi wisata sejarah ini.

 

Untuk dapat masuk ke benteng tersebut, kamu hanya perlu membayar secara sukarela. Adapun untuk memasuki area museum yang ada di dalamnya, kamu akan dikenakan tarif sebesar Rp7.500 per orang. Lokasi benteng ini berada di Jalan Ujung Pandang, Bulo Gading, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Tempat tersebut tidak jauh dari beberapa destinasi wisata lain yang menarik seperti Pantai Losari, Museum Kota Makassar, dan Taman Karebosi.

 


Keterangan
Lokasi : makassar, sulawesi selatan