Festival Tabuik Pariaman, Gelaran Wisata Tahunan yang Dinanti Masyarakat

Di Indonesia terdapat banyak festival yang diadakan setiap tahunnya. Salah satu festival yang paling menarik untuk diikuti adalah festival tabuik yang berasal dari Pariaman, Sumatera Barat. Festival ini menarik karena ada banyak hal yang bisa membuat Sahabat terpesona dengan berbagai unsur yang ada di dalamnya.

Nah, daripada semakin penasaran, di bawah ini ada informasi yang bisa Sahabat peroleh seputar festival tabuik ini!

Sejarah Festival Tabuik Pariaman

Festival ini dilakukan sebagai peringatan hari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW yang bernama Husain bin Ali yang jatuh setiap tanggal 10 Muharram. Dalam sejarahnya, Husain beserta dengan keluarganya wafat saat perang di Padang Karbala. Untuk itulah masyarakat setempat menyelenggarakan festival ini sebagai bentuk peringatan terhadap hari wafatnya tersebut.

Tradisi ini sudah ada dan berlangsung sejak abad ke-19 di Pariaman. Asal nama tabuik itu sendiri diambil dari kata “tabut” yang memiliki arti peti kayu. Nama ini juga muncul karena mengacu pada sejarah makhluk yang memiliki wujud kuda bersayap dengan kepalanya berbentuk manusia. Makhluk tersebut dikenal dengan nama buraq, legenda mengisahkan bahwa makhluk ini mengangkut kotak kayu berisi jenazah Husain yang diterbangkan ke langit.

sumber : flickr

Dari legenda itulah masyarakat Pariaman membuat tiruan dari makhluk tersebut lengkap dengan tabut yang berada di punggungnya. Dulunya, tradisi ini muncul sekitar tahun 1826 sampai 1828 Masehi karena pengaruh Islam yang dibawa oleh masyarakat keturunan India di Pariaman. Kemudian pada tahun 1910 terjadi kesepakatan antara nagari yang disesuaikan dengan adat Minangkabau, hingga kini terbentuk festival yang dikenal dengan nama Festival Tabuik Pariaman.

Pelaksanaan Festival Tabuik

Dulunya, pelaksanaan dari festival ini memang jatuh setiap tanggal 10 Muharram, namun sejak tahun 1982 karena terjadi berbagai penyesuaian maka puncak acaranya mengalami perubahan. Tanggal pelaksanaan festival tabuik ini dimulai pada tanggal 1 Muharram (Tahun Baru Islam) namun pelaksanaan puncaknya selalu berubah-ubah setiap tahunnya.

Rangkaian ritual dalam festival tabuik ini terdiri dari tujuh ritual, seperti mengambil tanah, menebang batang pisang, kemudian mataam, mengarak jari-jari, lalu mengarak sorban, tabuik naik pangkek, hoyak tabuik dan kemudian diakhiri dengan membuang tabuik ke laut.

sumber : flickr

 

Prosesi dimulai pada tanggal 1 Muharram dengan mengambil tanah terlebih dahulu, kemudian pada hari 5 Muharram dengan menebang batang pisang dan hari selanjutnya diikuti dengan prosesi lainnya. Pada puncak acara festival tabuik tersebut yang paling dinantikan oleh wisatawan karena akan ada banyak pengunjung yang datang dan memenuhi lokasi tempat acara berlangsung. Biasanya dijatuhkan pada akhir pekan untuk puncak acaranya.

 

Nggak heran jika Sahabat datang ke festival tabuik ini akan terlihat seperti lautan manusia. Puluhan ribu orang yang datang bukan hanya dari Pariaman saja melainkan wisatawan dalam dan luar negeri. Itulah mengapa festival tabuik ini selalu dinantikan setiap tahunnya.

Bagaimana Sahabat, tertarik untuk mengikuti keseluruhan prosesi dari Festival Tabuik ini? Segera siapkan perlengkapan dan tanggal cuti, ya!




Keterangan
Lokasi : pariaman, sumatera barat
Jelajah SUMATERA BARAT

06-08-2017 9:30 AM
Martabak Kubang Hayuda