Melepas Ratusan Layangan Saat Festival Layang-Layang di Pulau Bali

Bali memang tidak pernah kehabisan pesona wisata. Selain keindahan alam dan lautnya yang menawan, beragam acara tahunan, pertunjukan, dan festival yang digelar di Pulau Dewata juga memiliki andil besar dalam pengembangan pariwisata di sana.

Salah satu festival tahunan yang paling menarik untuk dikunjungi di Bali adalah Festival Layang-Layang Bali atau yang lebih populer dengan sebutan Bali Kites Festival. Acara yang berlangsung di antara bulan Juli dan Agustus setiap tahunnya ini mampu menyedot banyak wisatawan domestik dan asing ke Pulau Dewata.

Tempat Penyelenggaraan Festival Layang-Layang

sumber : www.mba-sensational.com

Festival Layang-Layang diselenggarakan di hampir semua pantai di Bali. Akan tetapi, festival utama biasanya mengambil tempat di Pantai Timur Padanggalak yang terletak di sebelah utara Sanur.

Lokasi ini memang dikenal sangat berangin dan memiliki dataran yang cukup luas sehingga masing-masing peserta festival bisa menempati tempat yang cukup lega untuk menerbangkan layang-layang.

Seperti yang Sahabat tahu, layang-layang memerlukan ruang untuk dapat diterbangkan. Apabila lokasinya terlalu sempit, layangan dari masing-masing peserta bisa bertabrakan satu sama lain.

Makna Filosofis dibalik Festival Ini

sumber : balilostadventure.com

Selain menjadi hiburan bagi warga lokal dan meningkatkan angka pariwisata di Bali, Festival Layang-Layang rupanya memiliki makna filosofis yang berkaitan erat dengan tradisi lama di sana.

Festival ini pada mulanya merupakan festival agraria yang diselenggarakan sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan atas hasil panen dan hasil bumi yang melimpah. Menerbangkan layang-layang hanya merupakan sebagian bentuk perayaan dari festival agraria tersebut.

Uniknya, seiring waktu kegiatan ini justru menjadi ajang adu gengsi antar kelompok-kelompok pemuda. Apalagi kini penyelenggaraan festival ini telah menggunakan sistem kompetisi dengan hadiah uang yang cukup besar.

Dari situlah Festival Layang-Layang Bali akhirnya berubah menjadi sebuah acara adu layangan bergengsi yang tidak hanya diikuti oleh pemuda-pemuda lokal, tapi juga para insan kreatif dari mancanegara.

Bukan Sembarang Layangan

sumber : balistarisland.com

Sahabat, layangan yang mengangkasa di festival ini nggak seperti layangan biasa yang ditemukan di toko mainan anak-anak. Di sini para peserta menggunakan layangan buatan sendiri yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga terlihat unik.

Layangan bergaya tradisional khas Bali biasanya dibuat dalam ukuran jumbo, bahkan hingga 10 meter lebih. Layangan ini biasanya berbentuk dewa-dewa Hindu, bangunan bersejarah, hingga mahluk-mahluk legenda.

Jenis layangan lainnya yang biasa digunakan oleh peserta festival adalah layangan Janggan. Layangan ini identik dengan penggunaan pita yang panjang pada bagian ekor. Hebatnya, panjang ekor layangan jenis ini bisa menembus angka 100 meter lho!

Terakhir, ada layangan berjenis Bebean yang biasanya berbentuk seperti ikan raksasa 3D dengan warna-warna cerah. Layangan ini menjadi favorit anak-anak karena bentuknya yang unik dan lucu.

Tidak Hanya Menyajikan Keindahan Visual

sumber : globaltimes.cn

Di Festival Layang-Layang ini, Sahabat nggak cuma bisa menyaksikan keindahan tampilan visual dari aneka jenis layang-layang, tapi juga bisa mendengarkan “nyanyian” dari masing-masing layangan yang diterbangkan.

Hal ini bisa terjadi karena sebagian besar layangan yang mengudara dipasangi “guwang”, sebuah instrumen sederhana yang menghasilkan bunyi ketika terkena angin.

Semakin besar guwang yang digunakan, maka suara yang dihasilkan akan semakin keras. Alat tersebutlah yang membuat festival ini semakin semarak dengan bunyi-bunyian unik dari atas langit. Resonansi suara yang dihasilkan bahkan bisa terdengar dari tempat yang jauh lho.


Keterangan
Lokasi : gianyar, bali
Jelajah BALI

22-09-2017 8:22 AM
Pie Susu

22-09-2017 7:50 AM
Villa Pererepan

15-11-2017 10:18 AM
Bali