Berbalap Mengarungi Ombak Di Festival Bekudo Bono, Riau

Kampar merupakan sungai yang mengalir dari pegunungan Bukit Barisan di sebelah barat pulau Sumatera. Aliran sungai ini mengalir sangat deras dari sepanjang pantai barat pulau Sumatera dan menuju ke Selat Malaka, tepatnya di pantai Timur Sumatera.

Sepanjang jalurnya yang memanjang tersebut, sungai ini terbelah menjadi dua cabang besar atau biasa dikenal sebagai Kampar Kanan dan Kampar Kiri. Kedua cabang tersebut saling bertemu di Langgar, Kabupaten Pelalawan, di Muara Kampar. Di tempat ini kedua cabang menyatu dengan beberapa sungai lain.

Setiap kali terjadi pasang, ombak tinggi dari laut akan terhempas kemudian bergabung dengan arus hilir sungai Kampar. Nantinya akan terbentuk gelombang pasang yang berguling sejauh lebih dari 60 km menuju ke hulu sungai.

Gelombang pasang ini mendapat julukan “Bono” oleh masyarakat lokal karena memiliki gelombang yang cepat disertai suara gemuruh keras dengan kecepatan 40 km per jam, ngeri juga ya Sahabat? Tinggi dari gelombang tersebut bisa mencapai 4 hingga 6 meter sehingga menciptakan barrel yang sangat digemari oleh peselancar.

sumber : lensawisata.com

Festival Bekudo Bono Diselenggarakan Setiap Tahun

Tahun ini Festival Bekudo Bono masuk ke dalam 100 Calendar of Events Wonderful Indonesia 2019 yang dirilis oleh Kemenpar. Festival ini direncanakan akan diadakan pada tanggal 10-15 November 2019 mendatang, Sahabat.

 

Setiap tahunnya Festival Bekudo Bono diselenggarakan dan selalu memiliki tujuan untuk memecahkan rekor dunia. Tahun lalu, rekor individu baru saja dipegang oleh James Cotton seorang peselancar yang berasal dari Australia. James berhasil mencatatkan rekor berselancar selama 1,2 jam dengan jarak sejauh 17,2 km. Dia berhasil memecahkan rekor sebelumnya yang sempat dipegang oleh Steve King, seorang peselancar dari Inggris. Steve King yang mampu menempuh jarak 12,23 km dalam selama 1,6 jam.

Festival Bekudo Bono ini sangat populer sampai ke seluruh dunia. Menurut pemaparan dari Menteri Pariwisata, aset pariwisata Bumi Lancang Kuning ini perlu dikelola secara lebih profesional dengan pendekatan POP (pre-event, on-event dan post-event) supaya bisa mencapai sasaran yang lebih optimal.

Gelombang Bono yang ketinggiannya hingga 6 meter merupakan salah satu yang terbaik yang ada di dunia dan mampu mengalahkan gelombang sungai Amazon Brazil. Keseruan dari gelombang Bono ini juga sudah dibuktikan oleh para surfer dunia dan mendapat predikat yang sangat memuaskan.

Jadi, bisa diambil kesimpulan, spot surfing sungai seperti ini di dunia hanya ada dua. Salah satunya terdapat di Bono Pelalawan. Tentu Sahabat sangat bangga jika Indonesia memiliki tempat tersebut, ya kan?

sumber : darmawisata.com

Kegiatan Pendukung Pada Festival Bekudo Bono

Beragam kegiatan untuk mendukung festival ini seperti lomba memancing, berselancar dan pagelaran budaya lokal. Festival Bekudo Bono telah populer di kalangan masyarakat dunia bahkan telah dijadwalkan oleh asosiasi surfer dunia sehingga tahu kapan puncak gelombang Bono akan berlangsung.

Ketika puncak Bono, ketinggian gelombang bisa mencapai tiga meter. Pada saat gelombang Bono kecil pun, peselancar masih dapat berselancar namun hanya bagi pemula saja. Festival Bekudo Bono dipusatkan di Kelurahan Teluk Meranti, hal ini tentunya membawa keuntungan tersendiri karena banyaknya wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

Festival Bekudo Bono Andalan Masyarakat Provinsi Riau

Festival Bekudo Bono adalah pertunjukan andalan bagi masyarakat Provinsi Riau. Festival ini telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata sebagai salah satu top 3 event utama di Provinsi Riau. Festival Bekudo Bono juga berhasil masuk dalam Calender of Event Indonesia bergabung dengan Festival Pacu Jalur di Kabupaten Tongkang di Kota Bagansiapsiapi.

Nah, itulah sedikit informasi mengenai Festival Bekudo Bono di Riau. Siapkan hari libur untuk mengikuti festival tersebut, ya. Sahabat juga bisa mencoba surfing di sana jika memungkinkan, lho!