Andong, Kereta Kuda Bak Negeri Dongeng Peninggalan Belanda

Kamu yang lahir sebelum tahun 2000-an tentu nggak asing dengan andong, sebuah angkutan tradisional berbentuk kereta mini yang ditarik oleh seekor kuda. Alat transportasi ini sudah eksis sejak zaman penjajahan dan pernah digunakan di hampir semua kota besar di Indonesia.  

Sebutan bagi andong berbeda-beda di tiap daerah, misalnya seperti nayor (Sukabumi), sado (Medan), delman (Jakarta), atau dokar (Jawa Timur).

Seiring dengan perkembangan zaman, andong kini semakin jarang ditemukan. Fungsinya sebagai alat transportasi pun telah bergeser menjadi sarana rekreasi di beberapa lokasi wisata, salah satunya di kota Yogyakarta.

Di Yogyakarta kamu bisa menemukan cukup banyak andong di sekitar Jalan Malioboro dan area keraton. Pada hari-hari libur, kereta kuda tersebut selalu ramai diserbu oleh para wisatawan, khususnya wisatawan domestik yang membawa anak-anak.

Untuk menambah wawasan seputar moda transportasi yang satu ini, berikut adalah beberapa fakta unik tentang andong:

  1. Memiliki Beraneka Macam Bentuk dan Fungsi

Sumber : antarfoto.com

 

Nggak ada aturan tentang bentuk kereta dan hiasan yang dapat digunakan pada andong. Karena itu jangan heran jika ada banyak sekali bentuk kereta yang berbeda di tiap-tiap daerah.

Di Jakarta, kereta ini biasanya dilengkapi dengan pintu kecil di kedua sisinya untuk keluar-masuk penumpang, sementara di daerah Sumatera Utara penumpang harus masuk dari bagian belakang kereta.

Selain itu, di beberapa daerah di Indonesia seperti Minangkabau, kereta kuda ini nggak diperuntukan sebagai alat transportasi umum atau alat sarana rekreasi, melainkan dipakai untuk mengecek keadaan sawah dan perkebunan.

  1. Pemakaian Roda yang Terus Berubah

Sumber : Brilio.net

 

Di masa lampau, andong menggunakan roda-roda yang terbuat dari kayu. Hal ini membuatnya kurang nyaman untuk dinaiki dan nggak bisa melaju dengan cepat. Untungnya, seiring waktu masyarakat akhirnya mulai menggunakan ban karet sehingga kereta terasa lebih nyaman.

Kini ada berbagai jenis ban yang digunakan. Meski masih ada beberapa kusir andong yang menggunakan ban kayu berlapis karet, sebagian besar moda transportasi tersebut sudah beralih menggunakan ban mobil, sepeda, atau sepeda motor.

  1. Dibuat oleh Seorang Insinyur dari Belanda

Sahabat, tahukah kamu bahwa andong pada mulanya diciptakan oleh seorang insinyur Belanda? Percaya atau nggak, sejarah mencatat bahwa alat transportasi ini merupakan buah gagasan seorang insinyur berkebangsaan Belanda bernama Charles Theodore Deeleman.

Ia adalah seorang litografer kompeni yang bertugas untuk membangun sejumlah objek strategis di Jakarta. Karena kereta kuda rancangannya terbukti mudah digunakan dan efisien untuk mengangkut penumpang, maka ada banyak orang yang memakai alat transportasi tersebut. Inilah asal-usul nama “delman”.

  1. Sempat Menjadi Transportasi Andalan para Bangsawan dan Tuan Tanah

Sumber : Tatangmanguny.wordpress

Di zaman penjajahan, andong adalah sarana transportasi andalan para bangsawan dan tuan tanah. Pada waktu itu belum ada alat transportasi berbasis mesin, karena itu menaikinya adalah sesuatu yang mewah bagi penduduk pribumi.

Masyarakat umum pada waktu itu terbiasa berjalan kaki untuk menempuh perjalanan jauh. Apabila memungkinkan, mereka menggunakan hewan ternak seperti kerbau atau sapi untuk menarik pedati karena kuda merupakan hewan yang tergolong mahal dan sulit ditemukan.

Itulah sedikit pembahasan mengenai andong, sang kereta kuda asli Indonesia yang kini keberadaannya semakin tergerus oleh zaman. Selain di Yogyakarta, kamu pun bisa menemukan kereta tersebut di berbagai destinasi wisata lainnya.

Pada akhirnya, menaiki kereta kuda memiliki sensasi yang berbeda dari kendaraan lainnya. Meskipun nggak senyaman kendaraan modern, dengan menaiki andong setidaknya kamu bisa membayangkan dirimu menjadi seorang tokoh dongeng yang bepergian dengan kereta kencana. Menarik bukan?

Yuk, berbagi pengetahuan dengan share artikel ini ke media sosial yang kamu miliki, Sahabat!


Keterangan
Lokasi : bantul, di yogyakarta
Jelajah DI YOGYAKARTA

10-08-2017 9:38 AM
Watu Goyang Mangunan

10-08-2017 9:25 AM
PT. Sabila Trans Indonesia

10-08-2017 9:39 AM
Pantai Pulau Kalong